Dirut Pertamina: Semua Direksi Tidak Takut Diganti

Dirut Pertamina: Semua Direksi Tidak Takut Diganti

- detikFinance
Jumat, 23 Jan 2009 23:17 WIB
Dirut Pertamina: Semua Direksi Tidak Takut Diganti
Jakarta - Santernya isu pergantian orang nomor satu di Pertamina disikapi oleh Dirut Pertamina Ari Soemarno dengan tenang. Bahkan, dia mengaku tidak takut untuk diganti. Semua direksi juga bersikap yang sama.

"Semua direksi sekarang tidak takut diberhentikan. Bisa dicek ke semua direksi," kata Ari Soemarno blak-blakan dalam pertemuan dengan sejumlah pimpinan media massa di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Jumat (23/1/2009) malam. Hadir juga dalam pertemuan ini Direktur Umum dan SDM Pertamina, Waluyo, dan jajaran Humas Pertamina.

Menurut Ari, jika dirinya diganti saat iniΒ  tidaklah masalah. "Saya paling lama menjabat dirut di sini dua tahun lagi, karena setelah itu saya tidak bisa diperpanjang lagi. Bagi saya, diganti saat ini atau dua tahun lagi, sama saja," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang penting, bagi dia, selama ini dirinya sudah melakukan pembenahan-pembenahan fundamental untuk memperbaiki performans Pertamina. Bila memang nanti dirinya diganti, maka dirut yang baru akan bisa meneruskan upaya-upaya perbaikan ini. "Saat ini pembenahan-pembenahan ini kira-kira sudah mencapai 40-60%," kata dia.

Selama memimpin Pertamina sejak tahun 2004, Ari merasa Pertamina saat ini sudah membaik. Pertamina sudah bisa melakukan berbagai efisiensi di berbagai bidang, termasuk dalam pengapalan minyak atau pendistribusian BBM. Pihaknya juga sudah memperbaiki sistem SDM dan penggajian.

Depo Plumpang yang beberapa hari lalu terbakar juga sudah mendapat sentuhanΒ  perbaikan Ari Soemarno. Bahkan, di depo ini, otomatisasi sudah dilakukan, terutama dalam pengisian bahan bakar oleh truk-truk tangki. Otomatisasi dilakukan meski mengakibatkan dipangkasnya pekerja dari 500 orang menjadi 100 orang.

"Tahun 2008 keuntungan Pertamina meningkat menjadi Rp 30 triliun. Tahun sebelumnya sekitar Rp 25 triliun. Dari keuntungan Rp 30 triliun itu, Rp 7 triliun di antaranya berasal dari melakukan efisiensi-efisiensi," kata Ari.

Pada kesempatan itu, Ari juga menjelaskan mengenai perkembangan penanganan kasus kebakaran Depo Plumpang. "Kami masih menunggu penyelidikan polisi. Yang pasti, kami ingin mengetahui sebenarnya apa yang menyebabkan kebakaran ini," ujar dia.

Ditemukannya petugas sekuriti Pertamina yang tewas di dekat tangki 24 juga menjadi pertanyaan besar. "Satpam sebenarnya tidak boleh masuk ke situ. Mengapa dia ada di situ. Areal itu hanya untuk orang-orang khusus," ujar dia. Apalagi kabarnya satpam tersebut juga membawa HP ke dalam areal ini.

Selama bekerja di Pertamina, Ari Soemarno mengaku sudah mengalami tiga kali kebakaran. Yang pertama, kebakaran di kilang Bontang pada 1982. Kilang saat itu habis sama sekali. Kedua, kebakaran kilang Cilacap pada 1992 dan ketiga, kebakaran Depo Plumpang baru-baru ini.

(asy/asy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads