"Banyak yang tidak tahu bahwa tahun 2009 ini merupakan Tahun Serat Alam Internasional atau International Year of Natural Fibres 2009, disingkat IYNF 2009," ujar Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin kepada detikcom, Jumat (23/1/2009) sore ini waktu setempat.
"Mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan variasi sumber serat alam melimpah, maka selayaknya IYNF 2009 ini dapat dijadikan momentum untuk menengok kembali potensi serat ini, yang menurut FAO omset pertahunnya mencapai 40 milliar US$," tambah Erizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sambutannya Ghanem menyampaikan betapa penting serat alam ini. Tujuan pencanangan IYNF 2009 antara lain untuk meningkatkan kepedulian dan merangsang pemakaian serat alam, mempromosikan efisiensi dan keberlanjutan dari industri serat alam.
Selain itu juga mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan dalam merespon permasalahan serat alam, mendorong kerjasama internasional yang efektif dan berkelanjutan antarsesama industri serat alam.
Beberapa kegiatan yang akan dilakukan yakni workshop, seminar, konferensi, eksibisi, festival, dan peragaan busana, yang dilaksanakan di beberapa negara seperti Afrika Selatan, Bangladesh, Cina, India, Jerman, Mesir, dan Polandia.
Kapas, Jute, Wol
Saat ini produk yang dihasilkan dari bahan serat alami sudah sangat bervariasi. Selain untuk bahan pakaian, serat alami dengan teknologi semakin canggih sudah dipakai untuk pembuatan uang kertas, filter kopi, pembungkus teh celup, hingga untuk suku cadang kendaraan.
Untuk diketahui bahwa, tanaman utama dunia penghasil serat alam ini didominasi oleh kapas dengan produksi mencapai 25 juta ton/tahun, diikuti oleh jute (rami) sekitar 2,5 juta ton/tahun.
Sedangkan produksi wol dunia diperkirakan mencapai 2,2 juta ton/tahun dengan Australia sebagai negara penghasil utama. (es/es)











































