Demikian siaran pers KBRI Den Haag yang dikeluarkan saat Vakantiebeurs di Utrecht, salah satu ajang promosi pariwisata internasional terbesar di Eropa (13–18/1/2009).
Wisman Belanda selama ini juga mempunyai length of stay cukup lama yaitu rata-rata sekitar tiga minggu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kaitan tersebut, Depbudpar diwakili oleh Dirjen Pemasaran Sapta Nirwandar bersama KBRI Den Haag memanfaatkan partisipasi di Vakantiebeurs tersebut tidak hanya untuk promosi destinasi wisata di Indonesia, tetapi juga mengadakan pertemuan dengan para tour operator dan pelaku industri pariwisata yang menjual produk-produk paket wisata Indonesia di Belanda.
Selain itu Nirwandar didampingi KUAI Djauhari Oratmangun dan Firdaus Dahlan juga menggelar jumpa pers yang dihadiri berbagai media cetak dan elektronik, untuk menyampaikan kebijakan pemerintah dan langkah-langkah yang telah diambil dalam mengembangkan sektor pariwisata.
Tweede Kampoeng
Stan Indonesia dalam partisipasi di Vakantiebeurs kali ini tampil lebih menyolok dengan hospitality menonjol, antara lain menyuguhkan jajan pasar spekkoek (lapis legit), risoles, dan teh kotak.
Konten hiburan berbagai tarian dan lagu-lagu daerah, diantaranya dari Aceh, Sumut, Sumbar, Jawa Barat, Sunda, Manado, Bali dan Maluku juga menyedot perhatian banyak pengunjung.
Hari pertama stan Indonesia dipenuhi para buyers, yakni para tour operator dan pelaku industri pariwisata. Mulai hari kedua, para pengunjung umum mengalir ke stan tweede kampoeng (kampung kedua) di mata orang Belanda tersebut.
Ini merupakan kali pertama KBRI Den Haag mempromosikan Indonesia secara solo. Pada partisipasi pertama tahun lalu, promosi dilakukan dengan berbagi bersama mitra di Belanda. (es/es)











































