Deflasi Januari Paling Besar 0,1%

Deflasi Januari Paling Besar 0,1%

- detikFinance
Minggu, 25 Jan 2009 11:55 WIB
Deflasi Januari Paling Besar 0,1%
Jakarta - Akibat penurunan harga BBM ketiga kalinya, banyak kalangan yang memprediksi deflasi akan kembali terjadi di bulan Januari 2009. Namun deflasi yang terjadi diperkirakan tidak terlalu signifikan karena paling besar 0,1%.

Demikian disampaikan ekonom Aviliani ketika dihubungi detikFinance, Minggu (25/1/2009).

"Harusnya bulan ini deflasi. Tapi angkanya tidak signifikan nol koma nol sekian persen, paling besar 0,1%," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini karena penurunan tiga kali penurunan harga BBM tidak diikuti dengan penurunan harga produk lain dan tarif angkutan umum.

"Penurunan kemarin masih belum berdampak, karena tarif transportasi, barang industri  serta sembako juga belum turun," jelas Aviliani.

Deflasi juga pernah terjadi pada Desember 2008 sebesar 0,04%. Sementara inflasi sepanjang 2008 adalah 11,06%.

Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani sebelumnya juga memperkirakan deflasi juga akan kembali di Januari 2009 bersamaan dengan penurunan harga BBM ketiga kalinya. Namun perkiraan Sri Mulyani jauh optimistis, yaitu 0,53%.

"Insya Allah deflasi lagi. Kalau efek pertama dengan penurunan Rp 500, pengaruhnya kan menurunkan inflasi 0,53%," ujarnya, Senin (12/1/2009). (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads