Demikian disampaikan ekonom Aviliani ketika dihubungi detikFinance, Minggu (25/1/2009).
"Harusnya bulan ini deflasi. Tapi angkanya tidak signifikan nol koma nol sekian persen, paling besar 0,1%," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penurunan kemarin masih belum berdampak, karena tarif transportasi, barang industri serta sembako juga belum turun," jelas Aviliani.
Deflasi juga pernah terjadi pada Desember 2008 sebesar 0,04%. Sementara inflasi sepanjang 2008 adalah 11,06%.
Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani sebelumnya juga memperkirakan deflasi juga akan kembali di Januari 2009 bersamaan dengan penurunan harga BBM ketiga kalinya. Namun perkiraan Sri Mulyani jauh optimistis, yaitu 0,53%.
"Insya Allah deflasi lagi. Kalau efek pertama dengan penurunan Rp 500, pengaruhnya kan menurunkan inflasi 0,53%," ujarnya, Senin (12/1/2009). (epi/lih)











































