Menurut ekonom Aviliani, hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa harga barang dan jasa akan ikut turun.
"Harusnya kan bulan Januari ini sudah turun karena harga BBM dan harga komoditas juga turun. Sampai sekarang saya melihat masih belum ada indikasi penurunan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mempertimbangkan akan adanya resiko kenaikan harga BBM karena sekarang kan perang sedang terjadi sehingga harga minyak dunia kemungkinan bisa melonjak lagi.
Ditambah lagi, secara sosial, industri di Indonesia belum pernah mengalami penurunan harga. Yang bisa dilakukan hanya sekedar menahan harga agar tidak naik.
"Lagipula sepanjang sejarah industri belum pernah menurunkan harga, kalau tidak menaikan harga baru bisa,"Β ungkapnya.
(epi/lih)











































