Paling tidak demikianlah yang dialami Direktur Umum dan SDM Pertamina Waluyo, yang baru menjabat sejak tahun lalu. Pada saat itu dirinya memang sama sekali tidak tahu kalau namanya masuk bursa calon direksi Pertamina. Justru ia mendengar berita pencalonan dirinya dari sejumlah wartawan yang mengkonfirmasi ke dirinya.
"Saya heran pada waktu saya di KPK terus ke sini (Pertamina), waktu itu saya juga ditanyain sama wartawan. Saya bilang saya tidak tahu apa-apa," katanya dalam perbincangan dengan detikFinance, Minggu (25/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada 7 Februari tahun kemarin, secara dadakan saya dipanggil untuk fit and proper test oleh komisaris untuk menduduki posisi saya sekarang. Waktu itu saya ditanya apakah saya tahu saya diundang datang untuk apa? Saya bilang saya tidak tahu dan ternyata saya dikasih tahu untuk fit and proper test," katanya.
Kalau melihat pengalaman Waluyo, wajar saja nama-nama yang beredar saat ini tidak tahu pasti apakah dirinya benar-benar masuk dalam daftar calon direksi BUMN terbesar di Indonesia ini. Beberapa nama yang sempat mencuat adalah Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal, mantan Menteri Pertambangan dan Energi Kuntoro Mangkusubroto.
Faisal sendiri selalu mengelak jika ditanya tentang pencalonan dirinya. "Saya justru dengar dari media," katanya beberapa waktu lalu.
Kalau pemanggilan fit and proper test bisa dilakukan tiba-tiba, berarti hal tersebut bisa saja terulang lagi untuk Waluyo, yang kini tengah menyelesaikan disertasinya. Apakah Waluyo siap jika tiba-tiba dipanggil fit and proper test nanti malam?
"I dont know yet. Karena tadi malam saya ketemu sama Pak Sofyan Djalil (Menneg BUMN) di acara pernikahan pun, tapi tidak ada pembicaraan soal ini," ujarnya. (lih/lih)











































