Calon Dirut Pertamina Harus Tegas Terhadap Kepentingan Asing

Calon Dirut Pertamina Harus Tegas Terhadap Kepentingan Asing

- detikFinance
Selasa, 27 Jan 2009 08:30 WIB
Calon Dirut Pertamina Harus Tegas Terhadap Kepentingan Asing
Jakarta - Kabar pergantian direktur utama PT Pertamina (Persero) yang saat ini dijabat Ari H Soemarno belum juga redup. Calon dirut Pertamina yang maju diharapkan berani dan tegas terhadap kepentingan asing.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PAN, Drajat Wibowo menilai calon dirut Pertamina yang diajukan tidak hanya sekedar memiliki jejak rekam yang baik, namun juga harus tegas menentang penguasaan asing dalam sektor migas.

"Pertamina dan ladang usaha yang seharusnya dikuasai Pertamina banyak diincar asing. Jika, mereka tetap tidak berani tegas terhadap asing, sulit mengharapkan Pertamina menjadi kekuatan koreksi terhadap asing," jelas Drajat Wibowo ketika ditanya soal rencana Fit and Proper Test Dirut Pertamina oleh Menkeu dan Menneg BUMN di Jakarta, Senin malam (26/1/2009).

Nama-nama calon dirut Pertamina yang berseliweran saat ini adalah Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Faisal, Direktur Umum dan SDM Pertamina Waluyo, mantan Mentamben, mantan dirut PLN yang juga ketua BRR Kuntoro Mangunsubroto. Serta mantan anggota KPK dan dirut PT Timah yang kini menjabat komut BNI, Erry Riyana Hardjapamekas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketiga-tiganya sebenarnya punya catatan good governance yang cukup, meski ada kelemahan dalam menindak beberapa kasus seperti di BRR dan Karaha Bodas," kata Drajat.

Sementara pendapat positif disampaikan salah seorang Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum yang menyatakan bahwa semua calon itu bagus. "Kami harapkan pemerintah memilih yang terbaik. Pertimbangannya adalah kompetensi, profesionalisme dan leadership dalam memimpin salah satu BUMN strategis ini," ujarnya.

PD lanjut Anas, hanya ingin Pertamina mampu bekerja makin baik dalam melayani rakyat. "Jangan ada lagi antrean dan kelangkaan. Syukur kalau mulai mampu berbenah menjadi power house yg handal," imbuhnya.

Ketika ditanya tokoh mana yang menurut PD lebih cocok menduduki jabatan Dirut Pertamina, Anas mengatakan, semua sepenuhnya diserahkan ke pemerintah.

"Yang penting adalah memilih yang terbaik dan mampu memperbaiki kinerja Pertamina. PD tidak punya agenda untuk menitipkan atau mendorong calon tertentu," jawab mantan anggota KPU periode 2004 lalu ini. (zal/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads