Demikian disampaikan Kepala BKPM M Luthfi di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
"Nah di dalam krisis ini juga kita lihat pilar-pilar investasi dalam jangka menengah dan panjang. Jadi yang akan jadi fokus kita adalah 3 sektor yaitu infrastruktur, energi dan pangan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk sektor energi dan pangan, investasi dititikberatkan pada pengolahan bahan baku menjadi produk jadi atau setengah jadi.
"Misalkan coklat kalau kita jual bijinya harganya satu, kalau diolah jadi butter nilai pertambahannya jadi 3, dan kalau diubah jadi coklat bar nilainya tambah jadi 19," katanya.
Luthfi menambahkan, meski harga komoditas dan pangan sedang mengalami penurunan, bukan berarti kedua bisnis ini langsung redup. Hal ini karena meski harganya turun, namun tingkat permintaan komoditas masih terjaga.
"Meski harganya anjlok, tapi demand-nya tetap. Kalau dibandingkan Juni 2008 memang anjlok tetapi demand-nya tetap. Justru harga saat inilah yang normal untuk komoditas-komoditas tersebut," katanya.
Luthfi juga optimistis investasi pada tahun ini akan tumbuh sekitar 10,7%-11,2% dari realisasi 2008 yang sebesar Rp 154,19 triliun. Realisasi ini melebihi target yang dicanangkan sebanyak Rp 80,3 triliun.
"Untuk 2009 pertumbuhan investasi dalam negeri akan lebih tinggi karena riil investasi di 2009 banyak yang merupakan kelanjutan dari komitmen pada 2005 dan 2006. Kenapa masih tumbuh karena masih ada lag-time real investasi dari tahun tersebut," katanya.
(lih/ir)











































