Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi
(Dirjen Minerbapabum) Departemen ESDM Bambang Setiawan kepada wartawan di Kantor ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
"Sepertinya menjual 100.000 ton juga susah sekarang ini. Makanya kita perlu turunkan lagi batasannya, karena sekarang semua komoditi sedang turun." jelas Bambang.
Mengenai besar penurunannya, Bambang belum bisa menyebutkan angka sebab saat ini revisi mengenai pembatasan tersebut masih dalam pembahasan.
"Berapa kita turunin ya nanti kita lihat lah, kebutuhan dunia berapa."
Bambang menyebutkan kebutuhan timah dunia pada saat kondisi normal mencapai sekitar 300.000 ton. Namun saat permintaan turun seperti sekarang, permintaan timah bisa turun hingga 240.000-250.000 ton.
"Kalau lagi turun seperti sekarang ini mungkin 240.000 sampai 250.000 ton saja. Ya nanti kita sesuaikan, lah. Bisa di bawah 100.000 ton nanti pembatasannya, kalau permintaan turun ngapain kita jual banyak-banyak. Nanti malah makin rendah lagi harganya," ungkapnya. (epi/lih)










































