Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Merpati Bambang Bhakti di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa malam (27/1/2009).
"Prognosa pendapatan 2009 rencananya kita berjuang untuk dapat Rp 3 triliun. Kira-kira naik 30 persen," katanya.
Demi mencapai target tersebut, perseroan akan lebih intensif menggarap jalur penerbangan Indonesia bagian timur dan Indonesia bagian tengah.
Menurutnya, sejak bulan Oktober 2008, perseroan kembali memperoleh keuntungan laba operasi setelah sekian lama merugi. Ia menambahkan, dalam tiga bulan terakhir di 2008, BUMN itu memperoleh laba operasi berturut-turut Rp 13 miliar per bulan.
"Sehingga kalau disetahunkan ke depan mudah-mudahan kita bisa dapat laba usaha Rp 140 miliar. Ada kemajuan," jelasnya.
Merpati juga akan menambah beberapa rute baru tahun ini. Rute baru tersebut akan merambah beberapa daerah pelosok yang selama ini belum memiliki jalur penerbangan.
"Ada beberapa kewajiban Merpati untuk membantu pemerintah di beberapa daerah yang masih tertinggal," ungkapnya.
Perseroan juga akan meluncurkan program e-sales ticketing guna mengamankan pencapaian target pendapatan tersebut. Program tersebut rencananya akan efektif tanggal 16 Februari 2009.
(ang/ir)











































