Target Pertumbuhan Sektor Energi 2009 Dinilai Tak Realistis

Target Pertumbuhan Sektor Energi 2009 Dinilai Tak Realistis

- detikFinance
Rabu, 28 Jan 2009 09:47 WIB
Target Pertumbuhan Sektor Energi 2009 Dinilai Tak Realistis
Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan industri migas sebesar 5% dan industri pertambangan umum sebesar 2,5% di 2009. Target ini dinilai tidak realistis di tengah anjloknya harga minyak mentah dan komoditi pertambahngan.

Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo di Gedung DPR, Senayan, Selasa (27/1/2009).
 
"Industri migas tumbuh 5% saya agak kaget, padahal 2008 tumbuh 0%, jadi dalam kondisi migas seperti sekarang kenapa pemerintah berani mentargetkan 5% di tengah kondisi anjloknya harga minyak dunia seperti yang kita ketahui," tuturnya.
 
Kemudian untuk sektor pertambangan bukan migas, pemerintah juga memperkirakan akan tumbuh 2,5% di 2009 dimana pada 2007 pertumbuhannya hanya 0%.
 
"Untuk pertambangan bukan migas yang naik dari 0% menjadi 2,5% di 2009 juga dipertanyakan. Padahal mineral banyak mengalami kemerosotan harga," ujarnya.
 
Dradjad mengatakan seharusnya pemerintah bisa membuat asumsi pertumbuhan sektoral yang lebih bisa dipertanggungjawabkan, sehingga perkiraan pertumbuhan ekonomi 2009 sebesar 4,5%-5,5% menjadi realistis.
 
Demikian juga untuk program stimulus fiskal yang direncanakan, Dradjad mengatakan belum bisa diukur apakah program-program stimulus yang direncanakan pemerintah bisa memberikan dampak yang maksimal.
 
"Angka stimulus fiskal, saya merasa dalam merumuskannya pemerintah seperti jalan dalam kegelapan, karena kita tidak punya angka pengukur bahwa ini yang paling maksimal. Misalnya PPh karyawan dan PPh lainnya mana yang lebih efektif. Di AS sendiri perdebatannya ketat mengenai tax cut atau government spending, di sini tidak," pungkasnya. (dnl/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads