BPH Migas: Fasilitas Distribusi BBM Pertamina Belum Memadai

BPH Migas: Fasilitas Distribusi BBM Pertamina Belum Memadai

- detikFinance
Rabu, 28 Jan 2009 12:01 WIB
BPH Migas: Fasilitas Distribusi BBM Pertamina Belum Memadai
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menilai kinerja PT Pertamina (Persero) dalam pelaksanaan tugas distribusi BBM bersubsidi 2008 belum memuaskan. Sejumlah fasilitas penyimpanan BBM dan alat transportasi yang digunakan dianggap belum memadai.  
 
Hal ini disampaikan Kepala BPH Migas Tubagus Haryono dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
 
Tubagus menyebutkan, fasilitas penyimpanan BBM bersubsidi di Depot Utama dan Terminal Transit sebenarnya cukup baik. Hanya saja, lokasi depot maupun terminal transit yang ada di luar Jawa dinilai kurang strategis. Kapasitas penyimpanan BBM di depot dan terminal transit pun dianggap kurang memadai.

"Namun lokasi depot penyimpanan di beberapa wilayah Indonesia, terutama di luar Jawa, kurang strategis dan kapasitas penyimpanan relatif masih kurang memadai," kata Tubagus.
 
Dari sisi transportasi darat, pihaknya menilai pendistribusian BBM bersubsisi yang dilakukan Pertamina melalui dua anak usahanya (PT Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin) dinilai masih kurang. Jumlah armada yang ada masih kurang sehingga sering terjadi keterlambatan pengiriman.

"Terutama dari jumlah armada truk tangki sehingga menyebabkan terjadi keterlambatan pengiriman BBM dari depot ke SPBU," jelasnya.
 
Pendistribusian BBM melalui laut untuk Indonesia bagian timur juga dinilai masih kurang memadai. Penyebabnya karena jadwal kapal yang sangat ketat sehingga rentan terhadap adanya gangguan cuaca, alur distribusi serta teknis kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara untuk transportasi laut untuk Indonesia bagian barat  cukup baik."  
 
Sedangkan sisi layanan distribusi dan pemasaran, BPH Migas menilai penggantian sistem dari SAP R/3 ke MySAP 2005 yang digunakan Pertamina belum optimal, sehingga layanan penjualan kepada lembaga penyalur juga terkendala.
 
Pada kesempatan yang sama, Tubagus menyebutkan sepanjang tahun 2008, Pertamina telah mendistribusikan 38.994.549 KL yang terdiri dari
premium 19.415.681 KL, minyak tanah 7.818.990 KL, dan solar 11.759.878 KL.
  (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads