Demikian disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam rapat kerja dengan komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
"Dengan penurunan harga BBM yang sudah terlaksana diperkirakan dampak langsung sekitar 1% sampai 2% terhadap bahan pokok dan makanan olahan," katanya.
Mari menjelaskan komponen biaya BBM dalam struktur biaya produk pertanian hanya 7%-10%, sedangkan untuk industri bisa mencapai 8% sampai 15%.
"Misalnya penurunan BBM sebesar 15%, hanya akan berpotensi menurunkan harga 0,7% sampai 1%," imbuhnya.
Rendahnya dampak penurunan BBM ini dijelaskan Mari, karena dipicu biaya transportasi dan distribusi diperkirakan hanya 10% dari harga eceran dan retail.
Sementara di sisi lain melemahnya kurs rupiah terhadap dollar AS dan distribusi yang masih terganggu karena dampak banjir di wilayah-wilayah jalur distribusi turut memicu lemahnya dampak turunnya harga BBM.
"Dengan adanya program MINYAKITA diharapkan akan membantu sehingga dampak BBM akan lebih terasa," jelasnya.
Namun ia memperkirakan jika, penurunan sebesar 2% itu dibarengi dengan penurunan tarif listrik dan second round effect penurunan BBM sudah terjadi maka akan berpengaruh hingga 3% sampai 10% terhadap harga makanan pokok seperti daging, terigu, telur dan lain-lain. Mengingat selama ini komponen energi dalam sektor industri khususnya listrik masih cukup tinggi.
(hen/lih)











































