"Pemerintah sebenarnya bisa menetapkan tarif beli listrik oleh PLN sehingga bisa menarik minat investor," ujar Ketua Umum Hipmi, Erwin Aksa dalam acara di Gramedia Matraman, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
Menurut Erwin, investasi IPP selalu terhambat pada persoalan tarif beli PLN yang dinilai terlalu rendah. "Rendahnya tarif beli menyebabkan tingkat pengembalian investor sangat kecil," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berharap pemerintah bisa memberikan tarif cukup bagus agar swasta mau invest. Apalagi untuk dapat pendanaan saat ini sangat sulit kalau return kurang tinggi maka perbankan tidak mau membiayai," ujarnya.
(dro/qom)










































