Setelah kepastian nama calon pengganti sudah ada, Kementerian Negara BUMN tinggal mencari waktu yang tepat untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dalam waktu dekat.
Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (29/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, setelah fit and proper dilakukan maka langkah selanjutnya adalah memberikan nama calon tersebut kepada TPA untuk disetujui. Menurutnya, nama-nama yang diusulkan komisaris tersebut berasal dari internal dan eksternal.
”Jadi begini, kita juga minta dari komisaris orang dalam, siapa yang paling
bagus. Yang paling tahu tentang orang dalam tentunya komisaris,” imbuhnya.
Ia mengaku, pergantian Dirut BUMN minyak itu bukan karena pencapaian kinerja Pertamina yang dinilai mengecewakan tetapi memang ada siklus pergantian di sebuah perusahaan.
”Alasannya karena peremajaan saja. Di perusahaan kan ada periode untuk maju ke depan. Kita perlu mendapatkan leadership yang baru, nah itu saja,” tegasnya.
Sementara secara terpisah Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan dirinya belum diundang untuk menguji para calon Pertamina 1 tersebut.
"Sampai sekarang kami belum diundang untuk melakukan fit and proper test," katanya di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (29/1/2009).
(lih/lih)










































