Menkeu Jadi 'Obat Penenang' Kredit PLN

Menkeu Jadi 'Obat Penenang' Kredit PLN

- detikFinance
Jumat, 30 Jan 2009 09:54 WIB
Menkeu Jadi Obat Penenang Kredit PLN
Jakarta - Kehadiran Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara penandatangan perjanjan kredit modal kerja pembangunan pembangkit listrik antara PLN dengan sejumlah perbankan bagaikan obat penenang bagi kedua belah pihak.

Demikian disampaikan sendiri oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam sambutannya di acara penandatanganan  perjanjian kredit modal kerja dalam rangka proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik antara PLN dengan sejumlah perbankan, di gedung Menko Perekonomian, Jakarta, jumat (30/1/2009).
 
"Kehadiran saya di sini seperti obat penenang disini," ujar

Ia mengakui, kehadirannya di acara tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pada PLN baik secara materil dan spirituil. Dukungan yang besar dari pemerintah memang dibutuhkan PLN untuk mengerjakan lima proyek besar tersebut, apalagi dengan dengan kondisi neraca keuangan PLN yang masih membukukan rugi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya dukungan dari pemerintah seperti ini diharapkan perbankan bisa lebih percaya diri mengucurkan kredit ke PLN. Karena dari sisi risiko, kredit yang dikucurkan perbankan akan dijamin oleh pemerintah.

"Tentu saja para bankir tidak akan tenang kalau PLN jalan sendiri karena magtitude proyek ini sangat besar  dibanding jumlah atau kondisi neraca PLN. Bagi para bankir, dengan ada jaminan pemerintah maka kategori resiko menjadi sangat kecil, dalam hal ini dianggap perform" ungkapnya.

Sebagai penjamin kredit yang diberikan ke PLN, kondisi keuangan pemerintah yang tercermin di APBN pun harus bagus. Sekali saja keuangan pemerintah 'batuk' alias tersendat, maka ini akan mencerminkan jaminan yang juga tidak sehat.

"Kalau saya batuk kasih jaminan, maka jaminannya tidak sehat. Makanya sumber keuangan APBN supaya sehat. Hari-hari saya dapat berita, ratting APBN kita outlooknya stabil atau positif. Ini menggambarkan neraca keuangan kita masih dipercaya dan memiliki kekuatan," paparnya.
 
Untuk itu, pemerintah akan tetap waspada terhadap kondisi ekonomi 2009 yang akan sangat terpengaruh ekonomi global bulan-bulan ini. "Kewaspadaan tetap penting dan PLN harus terus menjalankan proyek-proyeknya sesuai rencana." katanya.
 
Menkeu berpesan kepada para bankir agar pengawas yang ditugaskan di proyek ini jangan terlalu dekat, namun agak menjauh agar lebih bisa mengkritisi.

"Jangan terlalu dekat dengan PLN, nanti kurang kritis. Agak menjauh sedikit tapi jangan terlalu jauh biar bisa diawasi. Cari jarak yang tepat untuk melihat apakah proyeknya jalan, cost-nya dan menghasilkan energi atau listrik seperti direncanakan untuk mendapatkan arus pendapatan, kemudian  ditagih secara tegas dan PLN wajib bayar," tuturnya. (epi/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads