Perekonomian Dunia Terburuk Sejak Perang Dunia II

Perekonomian Dunia Terburuk Sejak Perang Dunia II

- detikFinance
Jumat, 30 Jan 2009 11:01 WIB
Perekonomian Dunia Terburuk Sejak Perang Dunia II
Washington DC - Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2009 akan mencapai titik terendahnya sejak perang dunia II. Pasar finansial juga masih akan menghadapi tekanan dan perekonomian dunia akan turun tajam ke titik terburuknya sehingga menyebabkan nilai perdagangan dunia merosot.

"Kita sekarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan menghadapi penghentian yang sebenarnya," ujar kepala ekonom IMF, Olivier Blanchard seperti dikutip dari situsnya, Jumat (30/1/2009).

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia akan turun tajam menjadi hanya 0,5 persen di tahun 2009, yang merupakan level terendah sejak 60 tahun terakhir. Angka ini turun tajam dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia 2008 yang mencapai 3,4% dan tahun 2007 yang mencapai 5,2%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk AS, yang menjadi sumber krisis terkini, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonominya minus hingga 1,6%, turun tajam dibandingkan tahun 2008 yang sebesar 1,1% dan tahun 2007 yang sebesar 2%.

IMF juga menilai, meski pemerintah sejumlah negara telah membuat berbagai upaya untuk memperbaiki sektor finansial, namun sektor ini diyakini masih akan mendapatkan tekanan sehingga menyebabkan sektor riil ikut tertekan.

"Saya kira langkah yang lebih tegas saat ini diperlukan baik dari pembuat kebijakan dan pelaku pasar dan dengan perhatian yang besar pada pembersihan neraca keuangan," ujar Jaime Caruana, penasihat keuangan IMF.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku prihatin dengan data yang dirilis oleh IMF kali ini. Pemerintah berjanji akan membentengi Indonesia dari dampak krisis.

"Bahkan tadi malam IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia di 2009 hanya sebesar 0,5%. Jadi cukup memprihatinkan. Dengan begitu maka begitu global trade otomatis akan mengalami pertumbuhan yang negatif," katanya di Gedung Depkeu. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads