Hal ini disampaikan Direktur INDEF, M Ikhsan Modjo dalam diskusi Pertamina : Transformasi Kapan Usai? di gedung DPD, Jakarta, Jumat (31/1/2009).
"Kalau Dirut Pertamina diganti namun tidak terjadi kelangkaan BBM itu omong kosong," ujar Ikhsan.
Menurut Ikhsan, siapapun direktur utamanya kelangkaan pasti akan terus terjadi sebab dalam pendistribusian BBM bukan hanya Pertamina yang menjadi pemainnya. Selain Pertamina, penyaluran BBM juga sangat tergantung pada SPBU dan kebijakan pemerintah daerah setempat.
Menurut Ikhsan, SPBU memegang peran sangat penting. Terutama karena banyak SPBU yang bisa saja dikendalikan oleh kepentingan tertentu.
"Karena pemainnya banyak. Kita harus lihat SPBU ini yang bangun siapa, yang jual siapa. Kalau yang punya SPBU ini partai X, bisa saja dia sengaja tidak menyalurkan sehingga terjadi kelangkaaan. Wartawan juga harus lihat siapa bupati atau walikota dan berasal dari partai mana? Jadi yang salah tidak cuma Pertamina," katanya.
Ikhsan menyatakan kelangkaan akan terus terjadi jika ada intervensi dari pihak lain dan Pertamina hanya menjadi kambing hitam.
"Apalagi kalau Indonesia masih punya 38 partai. Karena saya lihat kelangkaan ini malah dijadikan sebagai isu politik," katanya.
Sementara itu, ketua Komisi VII Airlangga Hartarto menyatakan kelangkaan yang terjadi kemarin bukan tanggung jawab Pertamina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































