Demikian disampaikan Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Thomas Dharmawan ketika dihubungi detikFinance, Minggu (1/2/2009).
"Beberapa produk saya lihat sudah mulai menyesuaikan. Ada yang harganya turun, turunnya ada yang sekitar 6%. Selain itu ada juga yang memberikan bonus gelas atau lainnya, ada juga yang beri promosi buy 1 get 1 free. Ini menunjukkan bahwa cost mereka mulai turun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan perusahaan yang menggunakan bahan baku dari luar negeri (impor) belum bisa menurunkan harga barangnya. Masalahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang masih tinggi.
"Kalau bahan bakunya dari dalam negeri tentu lebih mudah menurunkan. Tapi kalau dari impor, ya agak lambat karena sekarang dolar AS masih Rp 11.000-an," katanya.
Selain itu para pengusaha makanan juga masih menunggu dampak penurunan biaya transportasi. Transportasi merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh menentukan harga produk makanan.
"Hasil pertanian yang merupakan bahan baku diangkut pakai truk ke pabrik. Setelah jadi, dari pabrik didistribusikan pakai truk juga. Jadi transportasi ini sangat penting. Katanya tarif transportasikan mulai turun hari ini, jadi kita lihat saja," katanya.
(lih/lh)











































