Pelantikan Dirut Baru Pertamina Pekan Depan

Pelantikan Dirut Baru Pertamina Pekan Depan

- detikFinance
Minggu, 01 Feb 2009 19:54 WIB
Pelantikan Dirut Baru Pertamina Pekan Depan
Jakarta - Pelantikan direktur utama baru PT Pertamina (Persero) rencananya akan dilakukan pekan depan. Pergantian kemungkinan tidak hanya dilakukan pada kursi dirut, tapi juga wadirut.

Menneg BUMN Sofyan Djalil menjelaskan, pelantikan direksi baru Pertamina memang bisa dilakukan dalam minggu depan jika proses di Tim Penilai Akhir (TPA) bisa segera diselesaikan.

"Kalau besok beres, dengan TPA-nya maka bisa dilakukan minggu ini pelantikannya," katanya ketika ditemui di rumah dinasnya, Jakarta, Minggu (1/2/2009).
 
Sofyan menuturkan, fit and proper test yang dilakukan terhadap calon dirut Peratamina sudah sesuai dengan aturan pemilihan direksi BUMN. Apalagi kali ini terkait penyeleksian pemimpin BUMN terbesar di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita melaksanakan dengan due diligence sesuai dengan amanah. Mencari pemimpin Pertamina yang bagus, yang bisa melaksanakan transformasi Pertamina menjadi world class company, supaya transparansi, dan efesien. Bisa tahu keuangan Pertamina lebih," katanya.

Seperti diketahui, sejumlah menteri dan Komisaris Utama Pertamina sudah melakukan fit and proper test calon direktur utama Pertamina yang baru Sabtu (31/1/2009) malam.

Tes yang dimulai pukul 17.00 WIB itu berlangsung hingga malam hari dan menghasilkan sejumlah nama dari kalangan dalam dan luar Pertamina. Rencananya, nama-nama yang lolos uji kelayakan ini akan diserahkan ke TPA Senin 2 Februari 2009.

"Fit and proper test sudah kemarin, tapi kita harus lapor ke tim TPA secara lengkap. Besok baru kita laporkan ke TPA secara lengkap," katanya.
 
Sofyan menolak menyebutkan siapa saja yang diundang mengikuti uji kelayakan ini dengan alasan menghormati calon yang tidak lolos.
 
"Kan nggak enak siapa yang dipanggil atau nggak dipanggil, kita serius lah memperlakukan dengan terhormat. Kalau tidak terpilih bukan berarti calonnya tidak terbaik," katanya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads