Demikian Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Ali Rosidi dalam konferensi pers dikantornya, jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (2/2/2009).
BPS mencatat selama Januari 2009 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,78. Sementara pada Desember 2008 lalu tercatat deflasi sebesar 0,04%.
"Deflasi 2 bulan berturut-turut secara historis memang jarang sekali terjadi, apalagi di bulan Desember dan Januari. Yang membuat deflasi ini lebih kepada komponen-komponen administered price atau barang-barang yang harganya dikendalikan pemerintah. Itu besaran deflasinya 2 koma sekian persen, itu menarik deflasi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ali, untuk bahan makanan memang masih inflasi, karena diperkirakan second round effect baru akan teraca 2-3 bulan lagi.
BPS mencatat selama Januari 2009 terjadi deflasi sebesar 0,07 persen dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 113,78. Dari 66 kota, tercatat 32 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi.
Deflasi tertinggi terjadi di Manado 1,35 persen dengan IHK 113,66 dan terendah terjadi di Madiun 0,01 persen dengan IHK 117,09. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari 3,84 persen dengan IHK 127,41 dan terendah terjadi di Batam 0,01 persen dengan IHK 110,36.
Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks pada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,06 persen dan kelompok transportasi, komunikasi & jasa keuangan 2,53 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah sebagai berikut: kelompok bahan makanan 0,76 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,95 persen, kelompok sandang 0,55 persen, kelompok kesehatan 0,37 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,12 persen.
Laju deflasi tahun kalender (Januari) 2009 sebesar 0,07 persen, sedangkan laju inflasi year on year (Januari 2009 terhadap Januari 2008) sebesar 9,17 persen.
Inflasi komponen inti pada bulan Januari 2009 sebesar 0,44 persen, laju inflasi komponen inti tahun kalender (Januari) 2009 sebesar 0,44 persen, sedangkan laju inflasi komponen inti year on year (Januari 2009 terhadap Januari 2008) sebesar 7,39 persen.
(qom/ir)











































