Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai rapat terbatas ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/2/2009).
"BBM untuk tingkat pasar, fuel premium ada kecenderungan untuk naik, meski kenaikannya tidak dramatis atau dengan angka yang kecil. Solar kecenderungan turun, meski dengan angka kecil. Sedangkan minyak tanah cenderung tetap," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, dengan harga pasar yang sekarang, premium lebih dari Rp 4.000 per liter, dan solar lebih dari Rp 5000 per liter, negara akan tetap berikan subsidi untuk minyak tanah dan solar," katanya.
Pengalokasian subsidi untuk BBM memang menjadi fokus pemerintah. Selain karena jumlahnya yang besar, BBM merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat.
Namun dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, SBY meminta masyarakat untuk memaklumi kebijakan subsidi BBM yang telah diputusukan pemerintah.
"Subsidi itu, tolong dipahami dalam keadaan keuangan negara yang juga menurun," katanya.
Bagi SBY, harga BBM dalam negeri saat ini sudah tepat dan sesuai karena dikaitkan dengan dua hal, yaitu pergerakkan harga dan postur APBN.
"Maka harga yang berlaku sekarang baik premium, solar, dan minyak tanah masih kita anggap tepat dan sesuai. Dikaitkan dengan dua hal. Pertama, pergerakkan dengan pergerakan harga yang terjadi. Kedua, dikaitkan dengan postur APBN 2009," katanya.
Ia juga menegaskan, meski akan ada penyesuaian, pemerintah akan mencari solusi subsidi yang paling tepat dikaitkan dengan penerimaan, pembelanjaan, subsidi, dan defisit.
"Kita akan terus antisipasi," tegasnya.
Sementara Menkeu sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani menyatakan, penetapan harga BBM di dalam negeri tidak semata-mata menggunakan acauan harga minyak mentah duni, tetapi juga nilai tukar (kurs).
"Harga minyak tidak hanya ditentukan oleh WTI, tapi juga kurs. Harga yang diturunkan 15 Januari lalu masih dianggap tepat, kita juga akan evaluasi kecenderungan pada 1 Januari lalu dan 11 bulan ke depan," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk mengevaluasi harga BBM dalam negeri setiap bulan. Meski bisa naik turun, namun harga premium tidak akan melebihi Rp 6.000 per liter dan solar tidak lebih dari Rp 5.500 per liter. (lih/ir)











































