Demikian disampaikan Presiden SBY usai rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/2/2009).
"Negara kita juga mulai terpengaruh pada bata-batas2 tertentu. Ada masalah yang dihadapi sektor riil, yaitu PHK di negara maju. Indonesia juga mengalami meski untuk ukuran kita masih wajar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, aktivitas sejumlah industri pun mau tak mau terganggu dan bahkan ada yang berhenti.
"Ekspor turun karena permintaan pada tingkat global menurun, ada masalah dengan suplai, masalah dengan produksi sehingga sektor riil mulai terganggu dan sudah mulai terganggu," katanya.
Belanja Pemerintah 2009
Ia juga menegaskan, seluruh anggaran APBN 2009 harus tersalurkan semua baik di tingkatan pusat, daerah dan kabupaten/kota.
"Agar belanja pemerintah 2009 bertul-betul harus dilaksanakan, jangan ada yang tidak mengalir baik di pusat, daerah maupun kabupaten kota," ujarnya.
Terkait stimulus, ia meminta agar jajaran pemerintah bisa segera menyelesaikan konsultasi dengan DPR agar dana tersebut tersalurkan lebih cepat.
Di saat genting seperti ini, kecepatan penyaluran dana stimulus menjadi kunci penyelamatan ekonomi nasional.
"Mengenai stimulus, Menko Perekonomian, pemerintah dan DPR RI harus sungguh-sungguh dan lebih cepat untuk konsultasi agar bisa diimplementasikan. Kecepatan dan ketepatan jadi penting. Pemerintah dan DPR, pemerintah dengan BI dan pemerintah dengan dunia usaha, pemerintah akan terus bekerja sekuat tenaga. Insyallah kita akan bisa menghadapi dampak resesi ekonomi global yang berlangsung," katanya. (lih/ir)










































