Hal ini disampaikan Ketua Umum Perhimpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) M Nur Adib saat dihubungi detikFinance, Senin (2/2/2009).
"Diantara SPBU dan Pertamina ada masalah loses penerimaan dalam pendistribusian BBM. Moga-moga ke depannya bisa diperbaiki," ujar Nur Adib.
Menurut Adib, masalah ini merupakan hal yang harus segera diselesaikan oleh Pertamina sebab loses penerimaan ini kerap kali merugikan SPBU-SPBU.
"Kalau kita order 16 ribu KL, tapi yang datang tidak sampai 16 ribu KL, tapi yang jelas makin jauh jarak makin besar losesnya. Alasannya meterannya di depo beda dengan yang di SPBU, atau truknya kadang-kadang kencing di jalan," ungkapnya.
Adib menyatakan pihaknya sudah berkali-kali bertemu Pertamina untuk membahas soal ini. "Tapi hingga kini masih belum menemukan jalan keluarnya," tandasnya.
Mengenai proses pergantian pimpinan perusahaan minyak plat merah ini, Adib menyerahkannya kepada pemerintah.
"Terserah saja, tapi yang penting kinerja Pertamina menjadi lebih baik," tandasnya. (epi/lih)











































