Garuda Bidik Pendapatan Rp 24 Triliun Tahun 2009

Garuda Bidik Pendapatan Rp 24 Triliun Tahun 2009

- detikFinance
Senin, 02 Feb 2009 17:08 WIB
Garuda Bidik Pendapatan Rp 24 Triliun Tahun 2009
Denpasar, - Di tengah krisis global, Garuda Indonesia masih memasang target yang optimistis. Garuda memasang target pendapatan hingga Rp 24 triliun, atau meningkat dibandingkan proyeksi pendapatan 2008 yang sebesar Rp 18 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan Garuda Indonesia Eddy Purwanto di sela-sela penerbangan perdana Garuda Indonesia ke Hongkong di bandara Ngurah Rai, Denpasar, senin (2/1/2009).

Eddy mengatakan, Garuda akan mencapai pendapatan tersebut dengan menggarap pasar regional dan domestik. "Pasar domestik akan diramaikan dengan kegiatan Pemilu 2009," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan untuk menggarap pasar internasional, Garuda memfokuskan pasar regional. Strategi yang ditempuh Garuda Indonesia adalah mengembangkan 18 rute baru dengan dukungan 14 pesawat baru.

Rute regional yang telah dibuka kembali adalah Denpasar-Hongkong dan Surabaya-Hongkong.Β  Rute tersebut sempat ditutup akibat tragedi kemanusiaan bom Bali I tahun 2002.

Garuda menargetkan penerbangan Denpasar-Hongkong akan mampu mengangkut 75% dari 156 kursi dari pesawat jenis Boeing 737-800 Next Generation (NG). Rute penerbangan ke Hongkong ini merupakan salah satu dari 18 rute yang bakal
dikembangkan pada 2009.

Eddy mengatakan bahwa sekitar 25 persen dari trafik penumpang antara Indonesia-HongkongΒ  yang sekitar 600 ribu adalah menuju Hong Kong.

"Dengan trend kunjungan ke Bali yang semakin meningkat, maka Garuda menargetkan penumpang sebanyak 75-80 persen dari jumlah kursi sebanyak 156 buah dalam setiap penerbangan," kata Eddy.

Mengawali tahun 2009, Garuda Indonesia melayani rute Denpasar-Hongkong sebanyak empat kali seminggu menggunakan pesawat Boeing 737-800 Next Generation (NG) dengan kapasitas 156 kursi. Garuda Indonesia menargetkan meningkatkan frekuensi penerbangan dari Denpasar menuju Hong Kong dari empat menjadi tujuh kali dalam sepekan pada akhir 2009.


(gds/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads