Demikian disampaikan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto saat dihubungi wartawan, Senin (2/2/2009).
"Menurut saya, pemerintah sepertinya cenderung sudah tidak yakin dengan targetnya sendiri," ujarnya.
Pri Agung menjelaskan, target produksi minyak 960 ribu bph semestinya tidak terlalu sulit dicapai karena sudah termasuk swap Chevron yang mencapai 50 ribu bph.
Pada 2008, swap Chevron ini tidak diperhitungkan sebagai produksi nasional karena dibarter dengan gas dari ConocoPhilip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BP Migas beralasan, target produksi belum bisa tercapai karena adanya gangguan cuaca di awal tahun.
Namun menurut Pri Agung, cuaca bukanlah faktor yang berpengaruh signifikan terhadap produksi minyak di Indonesia.
"Karena cuaca disini bukanlah yang ekstrim seperti di negara-negara yang punya empat musim. Kalaupun ada gangguan cuaca, itu hanya berlangsung 1-2 hari saja," ungkapnya.
(epi/lih)










































