Keyakinan itu didasarkan pada stabilitas harga beras setelah sebelumnya ada kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Selain itu, pemerintah juga akan terus mengupayakan stabilitas harga minyak goreng.
Selain itu, pemerintah juga akan menambahkan pemberian beras untuk rakyat miskin (raskin) untuk 18,5 juta rumah tangga sasaran (RTS), meski BPS menyatakan yang seharusnya menerima raskin hanya 17,5 juta atau berarti ada tambahan ekstra 1 juta RTS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait deflasi 0,07% pada Januari 2009, Sri Mulyani mengatakan bahwa hal itu sangat positif karena sebelumnya terjadi peningkatan permintaan dengan adanya natal, tahun baru, tahun baru Islam dan tahun baru China.
"Ini menimbulkan tekanan permintaan yang sangat tinggi. Namun dengan adanya pengumuman harga BBM yang turun, kita melihat komoditas mengalami penurunan cukup banyak sejak penurunan harga BBM pada 15 Januari lalu. Daging ayam, minyak goreng, cabai, bawang, tempe dan penurunan tarif angkutan telah menyebabkan konstribusi positif terhadap penurunan harga dalam negeri," urainya.
Padahal, lanjut Sri Mulyani, pada Januari 2007 terjadi inflasi hampir 2%. Sementara untuk inflasi di 2009, Sri Mulyani meyakini bisa terus turun hingga pertengahan tahun.
"Sampai dengan pertengahan tahun ini diperkirakan masih terus menurun mendekati angka yang kita proyeksikan antara 5-6 persen, akan dicapai Agustus dimana siklus kenaikan harga BBM pada bulan Mei sudah terlewati," pungkasnya. (qom/lih)











































