Lebih dari 5 Orang Ikut Fit and Proper Test Calon Dirut Pertamina

Lebih dari 5 Orang Ikut Fit and Proper Test Calon Dirut Pertamina

- detikFinance
Senin, 02 Feb 2009 22:07 WIB
Lebih dari 5 Orang Ikut Fit and Proper Test Calon Dirut Pertamina
Jakarta - Proses fit and proper test untuk calon Dirut Pertamina diikuti oleh lebih dari 5 peserta. Menneg BUMN Sofyan Djalil memastikan tidak ada calon dari anak usaha Pertamina.

"Nggak ada. Hanya internal Pertamina dan orang luar," ujarnya saat dikonfirmasi mengenai calon dari anak usaha Pertamina, ketika ditemui di kantornya, Gedung Garuda, Senin (2/2/009) .

Sofyan bersikukuh tidak mau mengungkapkan siapa-siapa saja calon Dirut Pertamina yang sudah mengikuti fit and proper test. Yang pasti, kata Sofyan, calonnya berasal dari dalam dan luar Pertamina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kok rahasia sekali? "Bukan begitu, tapi masalahnya nggak bagus kalau nanti nggak jadi kan kasihan," tegas Sofyan.

Sofyan juga menolak mengkonfirmasi apakah benar Direktur Hulu Pertamina Karen Agustiawan termasuk salah satu yang mengikuti fit and proper test.

"Ada orang dalam ada orang luar. Saya tidak bisa konfirmasi siapa yang anda maksud
Penyelesaian tergantung waktu anggota TPA lainnya. Kalau ada rapat besok ya besok. Kalau sudah ada approval ke TPA kan tinggal saya teken saja," tegasnya lagi.

Karen tadi siang memang menyambangi Kantor Kementerian BUMN Senin siang ini (2/2/2009). Karen datang seorang diri, tanpa pejabat Pertamina lainnya, sekitar pukul 13.50 WIB. Ditunggu hingga pukul 21.00 WIB, Karen tidak berhasil dijumpai wartawan dan tidak diketahui kapan meninggalkan kantor kementerian BUMN.

Kalau Iin Arifin Takhyan? "Saya nggak mau komentar. Yang kita interview fit proper test lebih dari 5 orang," ungkapnya.

Sofyan mengatakan, sejauh ini tim TPA memang belum mengadakan rapat karena belum ada waktu yang tepat. Mengenai ketidakhadiran Sofyan di kantor presiden siang ini untuk mengikuti rapat, menurutnya dikarenakan adanya kekeliruan protokoler.

"Waktu TPA-nya yang belum ada waktu. Saya, bu Ani (Sri Mulyani) dan pak Pur (Purnom Yusgiantoro) sudah diskusi, dengar-dengar calon karena calon yang kita usulkan itu orang-orang yang punya pengalaman," urainya.

Sofyan menegaskan, calon Dirut Pertamina harus orang yang terbaik bagi BUMN besar itu. Dirut baru tersebut juga harus memiliki fungsi manajemen yang baik dan tidak harus punya background migas. "Manajerialnya itu yang penting," tambahnya.

Ia juga memastikan bahwa calon Dirut itu bukan titipan parpol. "Kita cari yang profesional, ini perusahaan besar," tegasnya lagi.

Pemilihan Direktur Utama Pertamina kali ini juga ilakukan pada saat Wapres Jusuf Kalla sedang melakukan kunjungan ke luar negeri. Menurut Menneg BUMN, hal itu tidak ada masalah.

"Mungkin nggak ada masalah. Mudah-mudahan TPA (Tim Penilai Akhir) punya waktu rapat minggu ini, ya minggu ini," ujar Sofyan saat ditanya mengenai posisi Wapres yang sedang berada di luar negeri.





(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads