Demikian disampaikan Purnomo usai donor darah di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
"Dia harus bisa memahami betul manajemen dari perusahaan besar seperti Pertamina, yang tentu ranahnya cukup besar. Tidak hanya teknis tapi juga politis karena kalau bicara distribusi BBM dan elpiji kalian tahukan betapa sulitnya itu. Dia juga harus berpengalamanan di lapangan karena mengelola Pertamina tidak gampang-gampang amat," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya belum pernah diundang untuk rapat TPA, saya kan hanya anggota. Jadi jangan tanya soal kapan TPA itu diadakan," ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai fit and proper test yang berlangsung Sabtu (31/1/2009) malam, Purnomo menyatakan dirinya ada di luar kota sejak Jumat (30/1/2009) sore hingga Sabtu esok harinya.
"Jumat sore saya di Lapindo karena ada tanggul sebelah utara yang jebol dan kita harus menanganinya teknis. Pada hari Sabtu ada dua peresmian PLN pemakaian biosolar di PLTU Gresik dan peresmian pabrik pelumas di Gresik. Saya bersama Dirut Pertamina dan Dirut PLN," jelasnya.
Yang pasti, Purnomo menegaskan, pergantian Dirut Pertamina merupakan aksi korporat dan vocal point-nya ada di tangan Menneg BUMN.
"Itu domain BUMN bukan di menteri teknis," jelas Purnomo. (epi/lih)











































