Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Erwin Aksa saat ditemui di Gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa (3/2/2009).
"Saya perkiraan permintaan akan mencapai titik terendah 1 sampai 2 bulan kedepan. Harga akan terus turun, sampai ke bottom, pabrik mengkonsolidasikan produksinya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada posisi setelah itu, maka harga akan kembali naik secara wajar di kuartal II-2009, atau sama seperti posisi harga pada awal tahun 2007 atau akhir 2006," jelasnya.
Diakuinya, sekarang ini permintaan memang sedang mengalami penurunan, karena imbas turunnya BBM belum terasa secara signifikan. Sehingga sangat wajar terjadi deflasi pada bulan Januari 2009.
"Masalah logistik barang, masalah penurunan BBM cukup besar terhadap daya beli masyarakat," ujarnya.
Terkait penurunan BI Rate, para pengusaha menyambut baik. Hanya saja, yang menjadi masalah adalah dari para bank pelaksananya belum menurunkan lending rate.
"Sekarang ini spread antara BI (8,75%) rate dengan lending rate masih 10%, padahal yang wajarnya itu bunga bank swasta itu 15% dan bank pemerintah 11% sampai 13%," imbuhnya.
(hen/qom)











































