Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam konferensi pers di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
"Target produksi 960 barel per hari cukup realistis dan perusahaan minyak menganggap target itu tidak masalah. Kita akan mendorong agar bisa mencapai target itu," ujarnya.
Purnomo mengakui, pemerintah memang sengaja tidak mematok target yang terlalu tinggi. Hal ini belajar dari pengalaman sebelumnya ketika pemerintah memasang target cukup tinggi, namun justru tidak tercapai.
"Pernah dulu, satu kali kita tetapkan sangat tinggi. Tapi ternyata tidak dicapai dan kita dianggap tidak perform. Makanya ke depan kita tidak akan pasang target terlalu tinggi dan terlalu rendah," ungkapnya.
Purnomo menyadari meskipun target yang ditetapkan tidak terlalu tinggi, namun tetap saja belum bisa tercapai. Hal ini karena adanya kendala operasional hingga lintas sektoral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Dirjen Migas Evita H Legowo menegaskan, pihaknya siap menjadi fasilitator untuk membantu kontraktor dalam mengatasi kendala-kendala tersebut. Selain itu pemerintah juga tengah berupaya untuk meningkatkan produksi minyak melalui kegiatan eksplorasi sumur-sumur yang ada.
"Maret atau April kami akan mulai menenderkan 31 lapangan baru untuk meningkatkan produksi hingga mencapai 1 juta barel per hari," jelasnya.
Purnomo menambahkan, meskipun harga minyak mentah sedang turun, tetapi kegiatan ekplorasi minyak akan terus berjalan.
"Tahun kemarin kita sudah berhasil tandatangani 34 kontrak kerjasama, Tahun ini 50 kontrak akan diteken," ungkapnya.
(epi/lih)










































