Demikian disampaikan Ketua Komisi VII DPR Airlangga Hartato kepada wartawan usai diskusi "Energy As a Key To Domestic Growth' di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Nelly, Jakarta, Selasa (3/2/2009).
"Kalau premium itu tidak perlu diturunkan lagi karena sudah keekonomian. Tapi kalau lihat perkembangan harga, untuk solar masih bisa turun Rp 500,- lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengakui, saat ini harga premium di dunia internasional memang cenderung naik karena kebutuhan dunia yang mulai meningkat. Sedangkan untuk harga solar dunia memang tengah mengalami penurunan karena permintaan yang juga berkurang.
"Jadi untuk harga BBM dalam negeri, kami masih melihat perkembangan karena biasanya harga dievaluasi setiap 15 Februari, berarti masih 12 hari lagi. Jadi sabar dulu. Lagipula harga minyak dunia juga masih flutuaktif," jelasnya.
Mengenai keuntungan yang diperoleh pemerintah dari penjualan premium, Airlangga menilai itu sebagai hal yang wajar.
"Keuntungan itu secara otomatis diperoleh karena penurunan harga BBM tidak secepat dibandingkan penurunan harga minyak internasional," jelasnya. (epi/lih)











































