Â
Hal ini disampaikan Kepala BP Migas R Priyono saat dikonfirmasi detikFinance, Selasa (3/2/2009).
Â
"Mulai bulan Mei, mundur karena ada masalah teknis commusioning yang disebabkan adanya satu boiler yang sepertinya kena air sehingga berkarat, itukan tidak boleh," ujar Priyono.
Â
Pengapalan pertama LNG dari lapangan Tanggyh, Papua ini akan dikirim antara ke Fujian atau ke Korea Selatan. Volume LNG yang akan dikapalkan mencapai 4-4,5 juta metrik ton per tahun.
"Tujuannya kalau tidak ke Fujian, ya ke Korea. Sekitar 4-4,5 juta metrik ton per annum" ungkapnya.
Â
Priyono menambahkan, pemerintah juga telah menatapkan besaran kewajiban pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri (DMO) gas dari lapangan Tangguh sebesar 1 juta metrik ton.
"DMO-nya sekitar 25 persen% dari total produksi tersebut," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(epi/lih)










































