Laba PTPN V 2008 Melonjak 68%

Laba PTPN V 2008 Melonjak 68%

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2009 16:01 WIB
Laba PTPN V 2008 Melonjak 68%
Pekanbaru, - Selama tahun 2008, PTP Nusantara V yang berpusat di Riau meraih laba sebesar Rp 598,116 miliar. Perolehan laba ini naik sekitar 68% dari 2007 yang sebesar Rp 350,795 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama PTPN V Irwan Juned kepada detikFinance, di ruang kerjanya, Jl Rambutan, Pekanbaru, Rabu (4/2/2009). Ia menambahkan, PTPN V meraih laba Rp 589,116 miliar dengan produksi sawit tandan buah segar  (TBS) sebanyak 2.143.627 ton di 2008.

“Namun laba tersebut masih angka tentatif atau belum dilakukan audit oleh BPK. Hasil audit baru akan diketahui awal bulan depan. Kami selaku salah satu perusahaan negara, telah memberikan kontribusi pembayaran pajak kepada negara selain dividen. Untuk tahun 2008 ini kita membayar pajak sekitar Rp 270 miliar,” kata Juned.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juned menjelaskan, laba perusahaan dalam kurun waktu selama dua tahun terakhir mengalami perkembangan yang cukup siginifikan. Pada tahun 2007, pihaknya meraih laba bersih sebesar Rp 350,795 miliar dengan produksi TBS 1,654.996 ton. Jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, laba perusahaan plat merah ini bisa dikatakan naik hingga 200%.

Contohnya saja, pada  tahun 2003, laba perusahaan tahun buku hanya dapat meraih laba bersih sekitar Rp 72 miliar. Tahun berikutnya merangkak laba bersih Rp 105 miliar. Sedangkan untuk tahun 2005 mengalami penurunan menjadi Rp 97 miliar. Begitu juga selama tahun 2006 laba perusahaan yang hanya merosot sekitar Rp 1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau kita lihat empat tahun sebelumnya, laba yang diraih masih di bawah anggaran,” kata Juned.

Juned mengakui, pada kuartal ketiga tahun 2008, krisis keuangan global menerpa dunia juga merembet kepada perusahaan perkebunan sawit termasuk PTPN V. Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha untuk melakukan efisiensi keuangan di berbagai sektor. Seluruh karyawan diharapkan dapat bekerja keras untuk dapat mempertahankan keuntungan yang diraih saat ini.

“Kendati situasi saat ini masih di era krisis keuangan global, kita tetap berupaya memperjuangkan kepada pihak pemegang saham agar nilai bonus yang akan diterima karyawan nilainya sama dengan tahun lalu (enam bulan gaji-red). Atau kalau memungkinkan, harus lebih besar lagi,” Kata Juned.

  (cha/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads