Demikian disampaikan Direktur Utama PTPN V Irwan Juned kepada detikFinance, di ruang kerjanya, Jl Rambutan, Pekanbaru, Rabu (4/2/2009). Ia menambahkan, PTPN V meraih laba Rp 589,116 miliar dengan produksi sawit tandan buah segar (TBS) sebanyak 2.143.627 ton di 2008.
“Namun laba tersebut masih angka tentatif atau belum dilakukan audit oleh BPK. Hasil audit baru akan diketahui awal bulan depan. Kami selaku salah satu perusahaan negara, telah memberikan kontribusi pembayaran pajak kepada negara selain dividen. Untuk tahun 2008 ini kita membayar pajak sekitar Rp 270 miliar,” kata Juned.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contohnya saja, pada tahun 2003, laba perusahaan tahun buku hanya dapat meraih laba bersih sekitar Rp 72 miliar. Tahun berikutnya merangkak laba bersih Rp 105 miliar. Sedangkan untuk tahun 2005 mengalami penurunan menjadi Rp 97 miliar. Begitu juga selama tahun 2006 laba perusahaan yang hanya merosot sekitar Rp 1 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau kita lihat empat tahun sebelumnya, laba yang diraih masih di bawah anggaran,” kata Juned.
Juned mengakui, pada kuartal ketiga tahun 2008, krisis keuangan global menerpa dunia juga merembet kepada perusahaan perkebunan sawit termasuk PTPN V. Kendati demikian, pihaknya tetap berusaha untuk melakukan efisiensi keuangan di berbagai sektor. Seluruh karyawan diharapkan dapat bekerja keras untuk dapat mempertahankan keuntungan yang diraih saat ini.
“Kendati situasi saat ini masih di era krisis keuangan global, kita tetap berupaya memperjuangkan kepada pihak pemegang saham agar nilai bonus yang akan diterima karyawan nilainya sama dengan tahun lalu (enam bulan gaji-red). Atau kalau memungkinkan, harus lebih besar lagi,” Kata Juned.
(cha/lih)











































