Perusahaan-perusahaan tersebut sudah menyiapkan stok hingga 224.000 ton. Rencananya ekspor beras premium dan super akan diekspor 10.000 ton per bulannya. Ekspor beras akan ditujukan ke negara Jepang, Singapura, Malaysia dan Timur Tengah dan Hong Kong.
"Bulog sudah melakukan pembicaraan dengan Menko perekonomian, kira-kira jika sebanyak 100.000 ton per tahun, ini tidak akan mengganggu," kata Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar, di gedung Bulog, Rabu (4/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya Mustafa, beras kualitas super dan premium sangat penting untuk memberikan efek kepada petani dan pedagang agar bisa memanfaatkan nilai komersial tinggi dari harga beras kelas tertentu.
Mustafa menggarisbawahi, sesuai dengan pesan Presiden SBY, bahwa Bulog harus tetap memperhatikan ketahanan, keamanan dan stabilitas harga pangan dalam negeri sebelum
mengekspor beras.
Beras Medium Masih Tunggu Cadangan Aman
Untuk beras kualitas medium kemungkinan akan baru dilakukan ekspor jika angka ramalan (Aram) III tahun 2009 dari Badan Pusat Statistik (BPS) diumumkan dengan perhitungan produksi beras meningkat minimal 5%.
"Yang medium masih di-hold sampai aram III, kalau ada kelebihan 3 sampai 4 juta ton, sekitar 1 juta ton mungkin bisa diekspor," imbuhnya.
Alasan lainnya ekspor beras medium ditahan atau ditunda karena saat ini harga beras
di Vietnam sudah di bawah harga beras di Indonesia.
(hen/qom)











































