Sugiharto pun membeberkan pengalamannya saat melakukan fit and proper test di Pertamina beberapa waktu lalu. Menurutnya, banyak aspek yang dinilai termasuk aspek leadership.
Bahkan mantan Direktur Keuangan Medco ini mengaku pernah menggunakan jasa lembaga outsourcing independen dalam menilai leadership, karakter, internal dan lain-lain sebagai proses pembanding penilaian dari tim kementerian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam UU No 19 tahun 2003, dijelaskan tidak boleh ada intervensi politik dalam pengelolaan BUMN termasuk dalam hal fit and proper test," ucapnya ketika ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (4/2/2009).
Siapa calon terbaik? Dari dalam atau luar Pertamina?
"Kalau menurut saya soal calon, hal terbaik, kalau tidak ada tarik menarik, pilihan pertama dari orang dalam, pilihan kedua dari dari orang dalam juga, kalau selajutnya baru dari orang luar," katanya.
Terkait pergantian Ari Soemarno, Sugiharto memilih tidak terlalu banyak komentar. Namun kata dia seharusnya pergantian itu berlandaskan kinerja yang dilihat dari patokan kinerja tahunan yang bisa dipantau setiap tahunnya.
Sejauh ini, Sugiharto menilai kinerja Pertamina cukup baik meski masih ada kekurangan, yang mungkin menjadi pertimbangan pergantian dirut saat ini atau ada hal lainnya yang tidak diketahui publik.
"Saya tidak pada posisi menilai kinerja Pertamina, tapi dari eksternal terlihat pendapatan membaik dan produksi yang meningkat," ujarnya.
Sugiharto mengatakan, mengenai kasus kelangkaan LPG maupun BUMN, hal itu menurutnya bukan hanya masalah Pertamina saja tetapi menyangkut pihak lain yang berada diluar jangkauan Pertamina.
Ia juga menambahkan, pergantian direksi yang terlalu sering bisa saja mengganggu kinerja Pertamina.
"Kapten-nya kalau diganti terus, kapalnya bisa oleng," pungkasnya.
(hen/qom)











































