"Kita akan melakukan konsolidasi dulu karena ini kan mendadak," kata juru bicara Rio Tinto, Budi Irianto dalam perbincangannya dengan detikFinance, Kamis (5/2/2009).
Menurut Budi, biasanya pengunduran diri seseorang dari perusahaan sesuai dengan UU Ketenagakerjaan ada masa transisinya. Namun mengingat Pertamina adalah BUMN besar yang dimiliki penuh oleh pemerintah, maka Rio Tinto belum tahu mengenai adanya masa transaksi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penunjukkan ini amanat pemerintah, kita merasa ini suatu kehormatan," ujar Budi lagi.
Sayangnya, Omar S Anwar tidak menjawab panggilan telepon, sementara pesan singkat yang dikirim juga tidak mendapat jawaban.
Namun Menneg BUMN Sofyan Djalil sudah menegaskan bahwa penunjukan Omar adalah untuk mengimbangi Karen yang ahli dari sisi teknis. Omar akan mengimbanginya dari sisi bisnis.
"Karen sama Omar kombinasi orang bisnis dan orang teknis. Karen di teknis, Omar di bisnis. Kita anggap mereka kompeten setelah melakukan fit and proper cukup intensif," kata Sofyan.
Omar memang sebelumnya dikenal sebagai bankir dengan posisi terakhir di bidang perbankan adalah Direktur Bank Mandiri sebelum akhirnya berpaling menjadi Presdir Rio Tinto Indonesia.
Omar bergabung dengan Bank Mandiri pada tahun 1999 sebagai Senior Vice President bidang Product and Business Development, lalu menjadi Senior Executive Vice President (Retail and Commercial Banking) pada tahun 2001, Senior Executive Vice President Consumer Banking pada Januari 2003, kemudian menduduki jabatan Managing Director Consumer Banking di bulan April 2003.
Omar lalu diangkat menjadi Direktur Consumer Finance pada bulan Mei 2006, jabatan yang dipegangnya hingga keluar pada 29 Mei 2008 dan bergabung dengan Rio Tinto.
Sebelum bergabung dengan Rio Tinto, Omar menduduki sejumlah jabatan di bidang perbankan dan keuangan. Omar bergabung dengan Citibank N.A di tahun 1991 sebagai Assistant Vice President of Operations, lalu menjadi Manager cabang Surabaya (1993) dan Vice President Sales and Investment Product Development di tahun 1996 hingga akhirnya bergabung dengan PT Bimantara Citra Tbk di tahun 1998 sebagai Deputy Director Corporate Finance. Omar menjabat sebagai Vice President Consumer Banking ABN Amro di tahun 1998.
Jebolan Universitas George Washington memulai karir tahun 1983 sebagai akuntan dan analis di industry minyak dan gas, bersama perusahaan RMHI di Houston, Texas dan PT Huffco Indonesia. (qom/ir)
