Masalah distribusi BBM dan elpiji memang salah satu masalah pelik yang banyak disorot karena menyangkut kebutuhan masyarakat. Selain itu, BBM dan elpiji juga menyedot dana APBN dalam jumlah yang tak sedikit.
Untuk itulah, Komisi VII DPR-RI sepakat masalah hilir harus menjadi fokus pejabat baru BUMN migas ini dalam jangka pendek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fokus utama untuk membenahi sistem distribusi BBM dan elpiji, tidak hanya pastikan pasokan cukup, tapi juga biaya efisien," katanya.
Hal senada diutarakan anggota Komisi VII lainnya, Agusman Effendi. Menurutnya masalah BBM dan elpiji jadi penting karena menyedot banyak dana APBN.
"Terutama masalah BBM PSO, karena APBN kita masih beri subsidi PSO," katanya.
Selain itu, fokus kedua adalah bagaimana meningkatkan produksi Pertamina dengan biaya yang efisien. Apalagi, di sektor hulu Pertamina harus beradapan dengan banyak pemain asing yang sudah sangat besar.
"Di hulu Pertamina harus bersaing dengan perusahaan multinasional. Bagaimana dia meningkatkan produksinya dengan biaya yang efisien," uajr Agusman.
Karen yang berlatar belakang di sektor hulu tentu tak diragukan lagi dalam hal produksi migas. Namun mampukah ia memecahkan masalah di hilir ?
"Kita beri kesempatan ke mereka untuk merancang program prioritasnya sebelum menilai mampu atau tak mampu. Lagipula, ini sudah diputuskan, berikan kesempatan bekerja," kata Alvin.
(lih/qom)











































