Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
"Investasi dan nilai ekspor serta impor di tahun 2009 diperkirakan akan menurun jauh sehingga pertumbuhan ekonomi berisiko turun menjadi 4,7%," ujarnya.
Sri Mulyani mengatakan krisis ekonomi global yang terjadi menimbulkan sifat pesimistik di dunia. "Pemerintah melihat perkembangan krisis dunia dan pengaruhnya bagi kita, kami juga monitor terus bagaimana pengaruh kepada indikator-indikator makro," paparnya.
Pemerintah memang memperkirakan indikator asumsi makro pada APBN 2009 akan berubah semua.
"Pertumbuhan ekonomi ada risiko menurun dari 5% menjadi 4,7%, untuk nilai tukar rupiah kita lihat ekuilibrium dalam beberapa waktu belakangan adalah Rp 11.000/US$, harga minyak turun jadi US$ 45 per barel, sedangkan inflasi adalah 6,2%," tuturnya.
Ketua Komisi XI Hafiz Zawawi mengatakan DPR mempertanyakan kenapa pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi bisa 4,5 sampai 5,5%, padahal Bank Indonesia dalam proyeksinya memproyeksikan 4 sampai 5%, bahkan cenderung menyentuh level bawah yaitu 4%. (dnl/ir)











































