OPSI: Risiko PHK Capai 2,6 Juta Orang

OPSI: Risiko PHK Capai 2,6 Juta Orang

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 16:25 WIB
OPSI: Risiko PHK Capai 2,6 Juta Orang
Jakarta - Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) memperkirakan potensi pemutusan hubungan pekerja (PHK) pada tahun 2009 mencapai 2,6 juta orang. Jutaan karyawan ini terpaksa kehilangan pekerjaannya karena banyak perusahaan yang berlomba-lomba mengefisiensikan biaya termasuk pada ongkos tanaga kerja.

Hal ini disampaikan oleh Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Yanuar Rizky dalam acara konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2/2009).

"Akibat pelemahan daya beli, dengan kondisi penjualan serta tren respon efisiensi yang diarahkan perusahaan membawa ke angka risiko 9,49% dari pekerja formal diseluruh sektor industri tercancam PHK dengan jumlah 28 juta orang, hasilnya 2,65 juta pekerja," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Yanuar, berdasarkan hasil penelitian laporan keuangan 9 sektor industri di perusahaan terbuka  hingga semester I tahun 2008 dihasilkan  angka risiko PHK hingga 9,49% dari jumlah tenaga kerja sektor formal.

Sektor-sektor tersebut mencakup pertanian, pertambangan, keuangan, jasa-perdagangan-investasi, infrastruktur-transportasi, properti dan lain-lain.

Angka itu berasal dari perhitungan beberapa indikasi mikro keuangan perusahaan mancakup perolehan laba bersih, biaya operasional perusahaan, beban teknologi, marjin laba bersih, harga pokok penjualan dan lain-lain.

Yanuar mencontohkan untuk sektor pertanian berisiko melakukan PHK  hanya 0,14% yang disumbang dari beban teknologi  yang tidak efisien, operasional alat produksi, biaya operasional mesin  yang naik.

Untuk sektor pertambangan mengalami kondisi yang agak parah yaitu mencapai potensi 1,46% yang ditopang oleh  margin yang tipis, laba operasional yang tipis, dan faktor biaya lain-lain yang sangat  tinggi.

Bahkan sektor keuangan pun tidak luput dari potensi yang mencapai 1%, sehingga harus ada langkah efisiensi dalam operasional dan lain-lain. Dari total perhitungan ke 9 sektor itu dihasilkan angka 9,49% sebagai risiko PHK.

"Jadi ada risiko industri 9% sampai 10%, 2,6 juta yang terancam, ini bukan yang akan tapi potensi saja maka harus di cegah. Jadi untuk tidak mengatakan tidak ada risiko PHK semua sektor nggak mungkin, tidak ada sektor yang steril dari risiko PHK," ucapnya.


(hen/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads