Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
"Saat ini proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia di 2009 sudah menurun dari awalnya 2%, menjadi lebih kecil dari 1%, ini akan berpengaruh kepada Indonesia," tuturnya.
Perhitungan Bappenas lainnya, jika pertumbuhan ekonomi 2009 adalah 5%, maka jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 8,3% dari jumlah penduduk, atau 9,46 juta orang. Kemudian pertumbuhan kesempatan kerja adalah 1,87%.
Selanjutnya jika pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2009 adalah 5,5%, maka jumlah pengangguran di Indonesia adalah 7,9% atau sebanyak 9,09 juta orang. Sementara pertumbuhan kesempatan kerja adalah 2,2%.
"Perhitungan ini mengacu pada, setiap pertumbuhan ekonomi 1% bisa menciptakan lapangan kerja sebesar 400 ribu," imbuhnya.
Sementara untuk perhitungan kemiskinan, dipaparkan Paskah, jika pertumbuhan ekonomi adalah 4,5% maka tingkat kemiskinan adalah 13,34% atau 30,24 juta.
Jika pertumbuhan ekonomi 5%, tingkat kemiskinan adalah 12,93% atau 29,32 juta. Kemudian jika pertumbuhan ekonomi 5,5%, maka kemiskinan mencapai 12,68% atau 28 juta.
Pemerintah sendiri pada 2009 memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,5 sampai 5,5%.
(dnl/ir)











































