"Pertamina telah memiliki jalan maju sehingga nanti direksi baru tinggal melanjutkan," ujar Ari yang ditemui disela-sela pelantikan Dirut dan Wadirut baru Pertamina di kantor kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
Menurut Ari, pekerjaan rumah Pertamina masih banyak. Perubahan dan proses bisnis termasuk peningkatan infrastrukturnya harus lebih maju lagi. Demikian pula budidaya para pekerjanya dan peningkatan pelayanan masyarakat harus meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendala pada saat saya memimpin, banyak yang menilai kendala utama saya masalah suplai BBM, kelangkaan. Tapi itu karena masalah infrastruktud dan kita sudah mengejar ketertinggalan infrastruktur," tambahnya.
Menurut Ari, masalah infrastruktur itu memang sudah digenjot semasa kepemimpinannya. Namun menurutnya, Pertamina masih butuh 3-4 tahun lagi untuk sampai ke taraf infrastruktur yang handal.
"Sehingga bisa melayani seluruh wilayah kesaturan RI dengan handal, aman dan transparan," katanya.
Untuk kedepannya, Ari mengungkapkan bahwa strategi Pertamina akan lebih banyak ke sektor hulu. Apalagi Karen merupakan mantan direktur hulu Pertamina.
"Karena itu merupakan bisnis masa depan kami Hulu itu bisa menciptakan laba yang besar sedangkan hilir itu revenue besar tapi marginnya kecil," pungkasnya.
(qom/ir)











































