Kisah di Balik Terpilihnya Karen dan Omar

Kisah di Balik Terpilihnya Karen dan Omar

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 17:45 WIB
Kisah di Balik Terpilihnya Karen dan Omar
Jakarta - Usai pelantikan Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhirnya membuka mulut  soal seleksi calon dan pelaksanaan fit and proper test yang selama ini sangat tertutup rapat.
 
"Penyeleksian calon itu sudah lama dilakukan, isunya kan sudah lama. Tapi fit and proper baru bisa dilakukan Sabtu (31/1/2009) lalu. Sejak hari itu kita putuskan namanya," ujarnya usai melantik kedua direksi baru tersebut.
 
Selanjutnya, ia menyerahkan nama-nama tersebut kepada Tim Penilai Akhir yang melibatkan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Saya ketemu dengan Presiden dua kali, baru disetujui kemarin malam (Kamis, 4/2/2009)," katanya.
 
Ia mengatakan, yang ikut dalam fit and proper test ada tujuh orang kandidat. Setelah melalui serangkaian tes dan wawancara, akhirnya tim memutuskan untuk mengirimkan dua nama ke TPA, yaitu Karen Agustiawan dan Omar S Anwar. Waktu yang diperlukan untuk penyeleksian tersebut sekitar 6 jam. Dimulai dari pukul 17.00 WIB dan berakhir pada pukul 23.00 WIB.
 
Namun sayang, ia enggan menyebutkan lokasi tempat berlangsungnya uji kelayakan dan kepatutan calon direksi BUMN minyak tersebut. "Kalau pada tahu, nanti seleksi berikutnya banyak yang nungguin disana dong," katanya.
 
Nama Karen memang sudah lama muncul dalam berbagai media sebagai calon kuat. Sementara nama Omar tidak terlalu banyak beredar.
 
Tapi ia mengatakan, Omar sudah lama lolos seleksi untuk fit and proper test hanya saja tidak bocor ke media. Ia juga tidak mempermasalahkan jika Omar bukan orang dari dalam Pertamina.
 
"Tapi kan kompetensinya yang penting dilihat. Omar dulu orang pertambangan kemudian ke Citibank, ke Mandiri, Rio Tinto, dan sekarang kami kembalikan lagi," imbuhnya.
 
Ia mengaku, dalam proses seleksi yang dilakukan semua tim, baik fit and proper test dan TPA sama sekali bersih dari intervensi politik. "Nggak ada itu. Kami pertimbangannya yang terbaik untuk Pertamina," ujarnya.
 
Menurutnya. pergantian dalam tubuh sebuah perusahaan itu
merupakan hal yang wajar. Masalah waktu pergantian pun bisa dilakukan setiap saat jika dirasa bahwa pelaksanaan dalam tugasnya perlu ada peremajaan.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads