Malaysia akan Pulangkan 10.000 TKI Secara Bertahap

Malaysia akan Pulangkan 10.000 TKI Secara Bertahap

- detikFinance
Kamis, 05 Feb 2009 19:10 WIB
Malaysia akan Pulangkan 10.000 TKI Secara Bertahap
Jakarta - Krisis global juga menyebabkan pabrik-pabrik di Malaysia kekurangan order. Untuk efisiensi, pabrik-pabrik di Malaysia pun mengurangi pegawai, termasuk dengan memulangkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

"Dampak krisis global ini pabrik-pabrik di Malaysia, terkena dampaknya berupa berkurangnya order, oleh karena itu ada rencana kemungkinan besar mau mengurangi tenaga kerjanya," jelas Menakertrans Erman Soeparno di kantor Depnakertrans, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/2/2009).

New Straits Times sebelumnya menuliskan, sekitar 100.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia akan dikirimkan pulang hingga akhir tahun ini. Langkah ini dilakukan menyusul lesunya perekonomian di negeri jiran itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Erman, TKI yang bekerja di sektor formal manufaktur jumlahnya sekitar 300 ribu. Dan perusahaan yang sudah melaporkan adalah akan memulangkan sekitar 10.000 TKI.

"Berikutnya, sesuai dengan pembicaraan kunjungan kerja saya awal krisis ini dengan Menteri SDM  Malaysia dan Pak Bachtiar juga, bahwa pemulangan ini dilakukan secara bertahap, sesuai dengan schedule atau jadwal dari pabrik, itu saja sebetulnya," jelas Erman.

Erman menegaskan, pemulangan TKI ini tidak akan bersifat massal. Namun demikian, Depnakertrans beserta Deplu akan tetal melakukan antisipasi.

"Caranya dengan memonitor kepulangan itu, kemudian sesuai dengan program di dalam negeri kita adakan pelatihan untuk alih profesi bagi yang mau di daerahnya masing-masing," katanya.

Para TKI itu akan dibantu melalui Program Penanggulangan Pengangguran tahun 2009 dan bekerja sama dengan Menko Kesra dalam Program PNPM Mandiri.

Yang jelas kita, lanjut Erman, masalah ini muncul dampak krisis global yang tak bisa dihindari. Namun yang penting hak-hak para TKI tersebut tetap dibayar. Selain haknya juga dinegosiasi, juga akan diberikan bantuan transport untuk pulang.

"Kedua, terkait dengan pemulihan ekonomi Malaysia, yang juga belum jelas, diprediksi, karena penurunan order produksi disana itu kurang lebih 30 %, kalau begitu kan prediksinya sekitar 100 ribu orang, jadi belum terjadi," tambah Erman.

(qom/lih)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads