Berpisah dengan Ari, Karen Berurai Air Mata

Berpisah dengan Ari, Karen Berurai Air Mata

- detikFinance
Jumat, 06 Feb 2009 11:31 WIB
Berpisah dengan Ari, Karen Berurai Air Mata
Jakarta - Memimpin Pertamina merupakan tugas berat dan penuh tantangan. Itulah yang dipelajari Dirut baru Pertamina Karen Agustiawan dari pendahulunya, Ari H Soemarno. Karen mengungkapkan kesannya ini dengan tersedu-sedu sambil menyeka air mata.
 
Dengan terbata-bata, Karen menyebut Ari Soemarno sebagai seorang mentor yang telah memberinya banyak pelajaran dalam memimpin sebuah BUMN terbesar di negeri ini.
 
"Pak Ari dalah mentor saya, saya banyak belajar dari beliau, beliau banyak berikan pengetahuan kepada saya dan pengalaman beliau memimpin perusahaan seperti Pertamina ini, semakin banyak saya sadar tugas Pak Ari memimpin pertamina bukanlah tugas yang ringan," ujar Karen sambil menyeka air mata.
 
Dari Ari, Karen mengakui bahwa Pertamina adalah perusahaan yang berbeda. Sebagai BUMN yang strategis, Pertamina sangat kompleks dan memilik arti yang sangat penting bagi bangsa ini.

"Itulah sedikit dari pelajari dari Pak Ari. Namun Pak Ari sebagai pemimpin Pertamina tidak pernah menyerah dari kondisi yang penuh tantangan tersebut, malah Pak Ari mengambil langkah positif agar peran Pertamina begitu nyata bagi bangsa Indonesia," tuturnya.
 
Karen juga menyatakan dasar dan perbaikan yang sudah diletakan oleh Ari Soemarno wajib dilanjutkan.

"Dan kita sebagai insan Pertamina wajib hargai upaya perbaikan yang dilakukan Pak Ari," ungkapnya.
 
Karen berjanji perubahan Pertamina menuju perbaikan tidak akan berhenti walaupun jajaran direksi dan komisaris berubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peran Pertamina sebagai motor penggerak bangsa belum akan berubah dalam waktu dekat. Kita harus dipertahankan Pertamina menjadi lebih baik. Apapun situasinya kita perubahan menuju perbaikan tidak boleh berhenti," paparnya.
 
Karen menegaskan seluruh rencana Pertamina harus tetap diimplementasikan agar langkah-langkah yang sudah direncanakan bisa terlaksana dan target Pertamina menjadi world class company pun bisa tercapai.
 
"Saya mohon doa restu dan dukungan semua agar kami bisa menjalankan amanat ini sebaik mungkin," tutup Karen. (epi/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads