Demikian disampaikan Presiden Federeasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Ugan Gandar ketika berbincang dengan detikFinance, Jumat (6/2/2009).
"Kami pesismistis dengan adanya pergantian ini akan mampu meningkatkan Pertamina. Mereka (pejabat baru) selama ini tidak memperlihatkan kemampuan menonjol. Rata-rata saja," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak dalam kapasitas menolak, tapi kami melihat ini keputusan politik. Dan karena keputusan politis, saya tidak bisa jamin direksi bisa menghabiskan masa jabatannya. Lihat saja yang terdahulu. Ada yang hanya 1 tahun, 8 bulan, maksimal 2 tahun," katanya.
Masa jabatan yang terlalu singkat dinilainya tidak efektif untuk melakukan perubahan di Pertamina. Setiap pimpinan datang dengan visi dan misi yang berbeda-beda, namun harus lengser ketika misinya belum terselesaikan.
Menurut Ugan, jika alasan pergantiannya adalah karena kinerja yang tidak memuaskan, maka seharusnya jajaran direksi dirombak total. Hal ini karena kesalahan yang terjadi merupakan tanggungjawab Board of Director secara kolektif.
"Tercapai atau tidaknya kontrak manjemen adalah kesalahan bersama secara kolektif. Kesalahan BoD bukan tanggungjawab Pak Ari saja, tapi harus ditanggung bersama. Tapi ternyata yang diganti hanya dua orang, jadi seperti ganti warna saja. Malahan dirut baru yang diangkat justru dari BoD yang sama," katanya.
Selain itu, ia juga menyayangkan keputusan pemerintah yang menunjuk banyak orang luar untuk memimpin Pertamina dibanding mempercayakannya pada orang dari kalangan internal Pertamina.
"Sekarang saja, dari seluruh jajaran direksi, hanya dua yang meniti karir di Pertamina. Sementara empat lainnya dari luar. Termasuk Bu Karen yang cuma baru 2 tahun di Pertamina. Kalau voting saja, (kalangan internal) sudah kalah," katanya.
Dua direksi saat ini yang terbilang meniti karir di Pertamina adalah Direktur Pemasaran dan Niaga Achmad Faisal dan Direktur Pengolahan Rukmi Hadiantini. Sementara empat direksi yang berasal dari kalangan luar Pertamina adalah Direktur Keuangan Frederick Siahaan, Direktur Umum dan SDM Waluyo, Wadirut Omar S Anwar, dan Dirut Karen Agustiawan.
"Itu belum termasuk posisi Direktur Hulu yang masih dijabat rangkap Bu Karen. Proyeksi kami, posisi itu mungkin juga akan diisi orang luar," katanya.
(lih/ir)










































