Chip Pimpin Temasek

Chip Pimpin Temasek

- detikFinance
Sabtu, 07 Feb 2009 11:34 WIB
Chip Pimpin Temasek
Singapura - Dewan Direksi Temasek Holdings (Private) Limited mengumumkan pergantian jajaran pemimpinnya. Charles W. Goodyear akan menggantikan Ho Ching sebagai Chief Executive untuk memimpin perusahaan investasi Singapura ini.

Goodyear, 51, yang berkebangsaan Amerika, telah bergabung dengan Dewan Direksi Temasek sejak 1 Februari ini. Pria yang biasa disapa Chip ini akan menjalankan tugasnya sebagai CEO-terpilih mulai tanggal 1 Maret dan akan menggantikan Ho Ching pada tanggal 1 Oktober 2009.

GoodyearΒ  pensiun dari BHP Biliton sejak 1 Januari 2008 setelah memimpin perusahaan tambang terbesar di dunia melalui ekspansi dan pertumbuhan yang pesat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penunjukkan dan pergantian pemimpin ini akan semakin memperkuat Dewan Direksi dan Manajemen Temasek. Dewan Direksi ini, yang termasuk didalamnya Ho Ching, telah mencanangkan perubahan ini semenjak tahun 2005.

"Ho Ching telah banyak berperan dalam proses perekrutan Chip. Kami telah mempersiapkan proses penunjukkan ini selama lebih dari satu tahun," kata Chairman Temasek, Dhanabalan dalam siaran persnya, Sabtu (7/2/2009).

Dhanabalan menambahkan, Goodyear memiliki visi dan nilai yang sama yang dapat memperkuat Temasek sebagai salah satu lembaga penting di Singapura dan merupakan perusahaan investasi internasional.

"Chip memiliki sebuah kombinasi yang langka dan unik yaitu antara keahlian investasi dan operasional yang dapat mendukung berlanjutnya transformasi Temasek," ujar Dhanabalan.

Atas penunjukannya, Goodyear mengatakan bahwa Temasek kini berada di sebuah posisi unik untuk memainkan peran penting dalam pengembangan bisnis yang kompetitif di tingkat global di tahun-tahun mendatang.

"Secara jelas bahwa Temasek merupakan suatu ikon yang tidak hanya berkembang sejalan dengan perkembangan Singapura namun lebih itu perusahaan ini telah berkembang secara internasional," ujarnya.

Temasek Holdings merupakan perusahaan investasi global yang berkantor pusat di Singapura. Didukung oleh para afiliasi dan kantor cabang di seluruh dunia, Temasek memiliki dan mengatur portofolio yang beraneka ragam dengan senilai S$ 185 miliar (US$ 134 miliar), sampai pada period 31 Maret 2008, yang terkonsentrasi terutama di Singapura, Asia, dan OECD.

Di Indonesia, Temasek antara lain menjadi pemilik PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Temasek sebelumnya juga memiliki saham BII, namun melepasnya kepada Malayan Banking (Maybank) sesuai dengan aturan Bank Indonesia.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads