DPR Ragukan Paket Stimulus Fiskal Pemerintah

DPR Ragukan Paket Stimulus Fiskal Pemerintah

- detikFinance
Sabtu, 07 Feb 2009 12:45 WIB
DPR Ragukan Paket Stimulus Fiskal Pemerintah
Jakarta - DPR meragukan efektivitas paket stimulus fiskal yang ajukan pemerintah yang totalnya adalah Rp 71,3 triliun atau 1,4% dari PDB. DPR berpendapat paket stimulus ini hanya menjadi kampanye politik pemerintah.

Hal ini dikatakan oleh Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo kepada detikFinance, Sabtu (7/2/2009).

"Memang Komisi XI DPR menyangsikan efektivitas stimulus setelah melihat rinciannya. Kesan bahwa stimulus tersebut lebih merupakan kampanye politik daripada sebuah paket ekonomi yang komprehensif sangat kuat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu di sisi lain para anggota Komisi XI DPR merasa kurang nyaman dengan skema pembiayaan untuk membiayai stimulus tersebut yaitu melalui utang baik itu SUN (Surat Utang Negara) maupun pinjaman siaga (stand by loan).

Memang stimulus sebesar Rp 71,3 triliun ini melebarkan defisit anggaran menjadi 2,5% dari PDB atau Rp 132 triliun dari sebelumnya yang hanya 1% dari PDB.

"Karena realitasnya penjualan SUN sekarang agak berat, sementara biayanya mahal, saya dan teman-teman yakin bahwa akhirnya stand by loan-lah yang akan dipakai. Ini kontras dengan statemen Presiden tidak berutang lagi melalui CGI. Memang tidak ada CGI, tapi ternyata melalui mekanisme standby loan, dengan alasan untuk stimulus," tuturnya.

"Jangan sampai stimulus menjadi kuda troya bagi menguatnya dominasi kreditor terhadap rezim ekonomi Indonesia," tukasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads