Hal ini dikatakan oleh Analis Geopolitik Perminyakan Dirgo Purbo dalam acara diskusi 'Polemik Pertamina Antara Bisnis dan Politis' di Warung Daun, Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (7/2/2008).
"Petronas produksi 710.000 bph di luar Malaysia, Petronas dia bekerja di 34 negara, jadi kalau di total dia produksi 1,4 juta bph. Mereka punya visi bagaimana BUMN bekerja secara profesional. Meskipun disananya juga ada permainan politiknya," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan diskusi tersebut, Pertamina memang dibanding-bandingkan dengan kinerja Petronas yang dinilai lebih maju.
Menanggapi hal ini, mantan Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno mengatakan satu hal yang membedakan antara Pertamina dengan Petronas adalah tidak adanya kewajiban Petronas untuk membayar PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) kepada negara.
"Petronas tidak punya kewajiban PNBP, hanya membayar dividen dan pajak saja. Kemudian ketika Petronas bikin PSC dengan perusahaan asing penerimaannya masuk ke Petronas, sekarang mereka bikin rekor sebagai perusahaan minyak nomor 8 dunia," tandas Ari.
Sementara Pengamat Ekonomi Politik Ichsanuddin Noorsy mengatakan hal lain yang membedakan antara Pertamina dengan Petronas adalah mengenai pergantian direksi.
"Direksi Petronas tidak berganti-ganti, bukan raja kecil. Tetapi diterapkan Petronas sebagai entitas bisnis bukan politik. Pertamina sangat tergantung pada pemegang saham yaitu Pemerintah," pungkasnya.
Memang Ari Soemarno mengatakan sekarang Direktur Utama petronas sudah memimpin selama 12 tahun.
(dnl/dnl)











































