Hal ini disampaikan oleh Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Indonesia Bambang Soesatyo kepada detikFinance, Senin (9/2/2009).
"Kadin Indonesia mendesak Pemerintah dan DPR untuk segera memfinalkan rancangan stimulus fiskal dalam APBN 2009 untuk memberi kepastian kepada masyarakat dan dunia usaha. Stimulus fiskal hendaknya fokus pada upaya peningkatan konsumsi dalam negeri dan penurunan biaya produksi," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kadin sepakat dengan DPR bahwa nilai stimulus yang implementatif harus diperbesar. Maka pemerintah jangan ragu untuk melancarkan ekspansi APBN, walaupun deifisit harus membengkak. Jangan gunakan pendekatan penurunan tarif PPh. Sama saja membohongi diri sendiri. Turunkan saja tarif PPn, tarif dasar listrik dan membenahi transportasi perdagangan" katanya.
Rancangan stimulus fiskal 2009 yang masih juga belum difinalisasi membuat dunia usaha harus menunggu. "Padahal, situasinya ibarat berpacu dengan waktu. Sekarang sudah Februari. Berapa lama lagi masyarakat dan dunia usaha harus menunggu rancangan stimulus fiskal 2009 yang final," tukasnya.
(dnl/ir)










































